Seperti Kisah Siti Nurbaya, Utang Bisa Bikin Indonesia Tersandera

Nusantara  SABTU, 14 APRIL 2018 , 10:56:00 WIB

Seperti Kisah Siti Nurbaya, Utang Bisa Bikin Indonesia Tersandera

Foto: Net

RMOL. Ekonomi kerakyatan merupakan solusi menyelamatkan bangsa Indonesia.
Anggota DPRD NTT Fraksi PAN, Ismail Jusup Samau menjelaskan bahwa ekonomi kerakyatan bisa menghindarkan rakyat Indonesia menjadi  jongos di negeri sendiri. Sebab, kekayaan negara ini hanya akan dimiliki segelintir orang saja

Dijelaskannya, di dalam kajian ekonomi, negara kita sudah terlanjur menjalankan sistim ekonomi kapitalisme. Sehingga dalam membangun, bangsa ini selalu menumpukan harapan dari utang luar negeri.

"Utang kita (negara Indonesia) saat ini sudah Rp 4.000 triliun. Menyongsong Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) 2020 nanti, jika perekonomian kita dengan utang yang besar dan begini-begini terus, bisa dipastikan kita akan mengalami guncangan yang hebat," ujarnya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (14/4).

Utang luar negeri, kata Ismail, bisa membuat Indonesia tersandera dan terpaksa menyerahkan segala yang dimiliki.

Seperti kisah Siti Nurbaya yang terpaksa dijodohkan kepada seorang tua bernama Datuk Maringgih, karena orang tuanya terbelit utang,” analoginya.

Untuk itu, dia berharap ekonomi kerakyatan segera diwujudkan. Setidaknya, bangsa ini mulai mengelola bahan mentah hasil kekayaan alam menjadi barang jadi siap ekspor.

Kalau hasil kekayaan alam tidak kita yang kelola sendiri maka kita akan menjadi jongos," pungkasnya. [ian]

Komentar Pembaca
Jokowi Berupaya Mengunci Mitra Koalisi

Jokowi Berupaya Mengunci Mitra Koalisi

JUM'AT, 20 JULI 2018 , 17:00:00

Menteri Yang Nyaleg Harus Mundur!

Menteri Yang Nyaleg Harus Mundur!

JUM'AT, 20 JULI 2018 , 13:00:00

Rumah Politisi PKS Dilempar Bom Molotov

Rumah Politisi PKS Dilempar Bom Molotov

KAMIS, 19 JULI 2018 , 13:00:00

Rizal Ramli Dan Gerakan #2019GantiPresiden

Rizal Ramli Dan Gerakan #2019GantiPresiden

MINGGU, 29 APRIL 2018 , 22:04:00

Ongkos Haji Naik 0,99 Persen

Ongkos Haji Naik 0,99 Persen

KAMIS, 15 MARET 2018 , 18:11:00