Gubernur Bangga di Babel Ditemukan Banyak Objek Wisata Berkelas Dunia

Pariwisata  MINGGU, 25 MARET 2018 , 21:56:00 WIB

Gubernur Bangga di Babel Ditemukan Banyak Objek Wisata Berkelas Dunia

Foto/Ist

RMOL. Gubernur Kepulauan Bangka Beliutung (Babel) meminta kerja cepat tim percepatan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait persiapan pembentukan Badan Pengelola Marine Geopark Babel. Tujuannya dengan terbentukan badan ini maka segera mengambil langkah-langkah konkrit untuk memantapkan temuan marine geopark ini.
Hal ini berdasarkan dari hasil penelitian Prof Agus Hartoko dan Tim UBB yang telah menemukan lokasi-lokasi mengandung objek marine geopark. Lokasi ini tersebar di Pulau Bangka dan Beliutng. Tidak hanya di daratan, bahkan beberapa lokasi geopark ditemukan di dasar lautan di wilayah Kepulauan Babel.  

Dari hasil penemuan sementara, beberapa lokasi-lokasi geopark ini membuat Gubernur Babel Erzaldi Rosman bangga. Ia tidak mengira dibumi Babel ini memiliki harta karun objek wisata berkelas dunia.

"Saya berharap segera ditemukan lagi lokasi-lokasi geopark lainnya di Babel ini. Dengan begitu, kita semakin banyak memiliki objek-objek wisata berkelas dunia. Kita patut bersyukur, dengan adanya temuan objek marine geopark ini, nantinya Babel akan lebih dikenal lagi di mancanegara," harap Gubernur, Minggu (25/3).

Pada kesempatan berbeda, Prof Agus menjelaskan hasil penelitian Tim UBB. Menurut catatannya, di Desa Tuing khususnya memiliki nilai kekhasan sendiri. Selain di sini terhampar formasi batuan dalam posisi miring sebagai  dampak dari  proses geologis dari dasar laut (geological up-life), juga hidup flora dan fauna endemik dan komunitas warga masyarakat Tionghoa dan Suku Lum.

"Formasi batuan di sana berasal dari dasar laut yang didorong atau suatu desakan dari bawah  ke atas permukaan. Peristiwa ini dikenal sebagai  geological up-life. Fenomena geologis ini satu-satunya ada di Indonesia," ujar Agus Hartoko.

Sementara di lahan marginal (kurang unsur hara) dan berpasir yang ada di Tuing tumbuh subur beberapa jenis anggrek, antara lain jenis Hoya. Anggrek endemik itu sangat indah dan punya nilai jual tinggi.

"Pulau Begadung pun sangat menarik bagi tipe wisatawan explore atau penjelajah. Di sisi terhampar batuan betamorf; batuan unik dan warna menarik yang berasal dari dasar laut. Lokasi penyu bertelur, jajaran gua di tebing pulau sebagai habitat burung walet, vegetasi bakau tua, perairan untuk snorkling dan diving serta lokasi kapal tenggelam," tukas Agus Hartoko.

Sementara situs Kota Kapur yang merupakan satu dari enam prasasti menandai keberadaan Kerajaan Sriwijaya Abad ke 7, memiliki nilai sejarah berskala internasional. Di sini terekam cerita masuknya armada perahu Sriwijaya dari pantai ke sungai Kota Kapur, serta serpihan perahu itu yang terkubur di sana.

"Situs Kota Kapur masih belum banyak dilihat atau dikaji dari aspek marine anthropology. Atau belum dilihat dari satu kesatuan yang utuh. Padahal sebagaimana kita tahu peradaban atau lokasi kerajaan masa lalu berada di tepian sungai atau laut," terang Agus.

Dari itu, Agus menegaskan semua lokasi yang menjadi bagian dari marine geopark hendaknya dilindungi secara hukum. Ia menyebutkan satu contoh bagus yakni hutan mangrove di Desa Tukak Sadai telah dilindungi oleh peraturan desa (perdes).

"Jangan sampai tiba-tiba lokasi yang punya keunikan di wilayah marine geopark berubah fungsi menjadi kebun sawit atau tambang timah. Tentu hal itu akan mengganggu keasrian geosite atau keunikan lainnya di sana," ujar Agus Hartoko. [rel] 

Komentar Pembaca