PDAM Tunggu Hasil Sampel Air Dari DLH Bangka

Sungai Jeruk Diduga Tercemar Limbah Sawit PT THEP

Daerah  SELASA, 06 MARET 2018 , 11:02:00 WIB

PDAM Tunggu Hasil Sampel Air Dari DLH Bangka

Serahkan Sampel Air Sungai Jeruk/RMOLBabel

RMOL. PDAM Tirta Kabupaten Bangka mengaku masih belum mengaliri air ke masyarakat pelanggan. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari tercemarnya air baku di Sungai Jeruk, Desa Labu yang diduga limbah pabrik olahan sawit milik PT Tata Hamparan Eka Persada (THEP).
"Sudah kita antar sampel air baku itu untuk diujicoba Dinas Lingkungan Hidup. Air itu kita ambil pasca dampak limbah pada hari Sabtu lalu, dimana saat itu banyak ikan yang mati dan sempat menjadi tontonan warga sekitar," kata Direktur Utama PDAM Tirta Bangka, Wellindra Bashir, Senin (6/3).

Sebelumnya ia mendapat laporan dari Kepala cabang PDAM Tirta Bangka Puding Besar, Alvis Rianto mengenai pencemaran yang mengakibatkan sumber air baku PDAM tersebut tak layak konsumsi. "Saya juga sudah ke lokasi setelah mendapat petunjuk dari bupati dan hasilnya sudah saya laporkan ke dewan pengawas," katanya kepada Kantor Berita RMOLBabel.

Sebelumnya akibat pencemaran itu, PDAM Cabang Puding Besar harus menyetop pengaliran air ke pelanggannya terhitung sejak 3 Maret 2018 pukul 12.00 WIB. Operasional diperintahkan stop sampai pihaknya mendapatkan jaminan keamanan kualitas dan kuantitas air baku dari pihak DLH. "Hal ini penting mengingat air ini hajat hidup orang banyak," katanya.

Lebih lanjut, kata Welli, dalam pertemuan dengan manajemen PT THEP pihaknya mendapat informasi bahwa tidak ada faktor kesengajaan pencemaran itu. Menurut dia, berdasarkan hasil pertemuan, sungai Jeruk tercemar limbah sawit disebabkan oleh saluran IPAL PT THEP bocor disaat musim hujan dan meluap karena keterbatasan volume daya tampung.

Pihaknya juga menyarankan dalam waktu cepat agar pihak PT THEP membuat embung di bagian hilir Sungai Jeruk.

"Setidaknya pada saat banjir limbah sawitnya tidak terkontaminasi langsung dan embung tersebut lebih kepada resapan. Bisa kita isi ikan sebagai indikator layak atau bahayanya. Pihak PT THEP pada prinsipnya menerima namun masih perlu dilaporkan ke atasan mereka, "katanya.

Ditambahkan Welli, nanti pihaknya akan kembali ke lokasi lapangan bersama pihak PT THEP dan pihak pemerintah desa agar masalah limbah ini tidak berkelanjutan.

"Intinya masalah sudah didepan mata tinggal saya mencarikan solusinya. Kepada pelanggan PDAM unit pelayanan Puding saya mohon maaf atas ketidaknyamanan pelayanan ini. Kami akan segera mengoperasionalkan bila sudah ada kepastian keamanan kualitas air dari pihak DLH," pungkasnya. [lio]

Komentar Pembaca
Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 12:31:48

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11