DLH Bangka Sudah Lihat Kondisi Sungai Jeruk, Cuma..

Diduga Tercemar Limbah Pabrik Sawit

Daerah  SABTU, 03 MARET 2018 , 23:20:00 WIB

DLH Bangka Sudah Lihat Kondisi Sungai Jeruk, Cuma..

Kondisi Sungai Jeruk/IST

RMOL. Dinas Lingkung‎an Hidup (DLH) Kabupaten Bangka mengaku sudah mendatangi sungai Jeruk, Desa Labu yang diduga tercemar limbah dari pabrik sawit yang dikelola oleh PT Tata Hamparan Eka Persada (THEP) yang berada diperbatasan Desa Puding Besar dengan desa‎ tersebut.
Kepala DLH Bangka, Meinalina mengatakan staf yang diturunkan pihaknya yakni di bidang pengawasan guna menindaklanjuti dugaan pencemaran air sungai tersebut.

Hanya saja, kata Meinalina, pihaknya belum bisa memberikan hasil tentang kandungan limbah terhadap sungai Jeruk. "Kita sudah dari sana tadi lewat staf pengawasan kita. Berhubung pulang sudah sore jadi belum buat laporan," jelasnya kepada Kantor Berita RMOLBabel, Sabtu malam (3/3).

Seperti pemberitaan sebelumnya, Kades Labu Zainudin tak menampik soal kejadian tersebut berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga setempat.

"Kejadian itu diketahui sekitar pukul 11.00 WIB dan setelah itu saya perintah kadus (kepala dusun-red) untuk mengeceknya bersama-sama aparat pemdes," ujarnya.

Kata dia, pencemaran air sungai Jeruk yang diduga dari limbah pabrik tersebut juga menyebabkan ikan yang terdapat di sungai itu mati.

"Ada foto dikirim ke saya, ikan di sungai itu mati. Soal banyak atau tidaknya, nanti akan dikroscek kembali‎. Tapi kalau dilihat dari foto itu, lumayan banyak juga ikan yang mati," katanya.

Tak hanya sungai, tambah Zainuddin, limbah sawit itu juga diketahui sudah masuk ke sumber air baku yang digunakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.

"Tadi orang dari PDAM ‎sempat kroscek ke lapangan mengingat sumber air baku yang digunakan untuk dikonsumsi ke pelanggan diambil dari sungai Jeruk," katanya.

Lebih lanjut ia juga menerangkan, dari informasi yang diterima, limbah tersebut sampai mencemari sungai Jeruk dikarenakan kolam waduk/ipal milik perusahaan itu mengalami longsor.

"Jadi limbah yang tertampung di dalam kolam itu masuk dan mencemari sungai Jeruk. Itu sewaktu saya dapat telpon dari orang PDAM. Tapi tadi sudah diantisipasi secara manual karena tadi belum ada alat berat," katanya.

Atas kejadian ini, kata dia, Pemdes Labu akan menyurati ‎PT THEP terkait dugaan pencemaran limbah sawit perusahaan tersebut untuk ditindaklanjuti. "Tebusan surat itu juga ke Bupati Bangka dan DPRD Bangka dengan tujuan agar ditindaklanjuti ‎perusahaan itu," katanya. [lio]

Komentar Pembaca
RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 12:31:48

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15