Puri Tri Agung Kembali Selenggarakan Pesta Rakyat Cap Go Meh

Pariwisata  MINGGU, 25 FEBRUARI 2018 , 14:37:00 WIB

Puri Tri Agung Kembali Selenggarakan Pesta Rakyat Cap Go Meh

Ilustrasi/Net

RMOL. Puncak pesta perayaan Imlek digelar di Pagoda Puri Tri Agung, desa Rebo, Kecamatan Sungailiat dengan menyelenggarakan pesta rakyat Cap Go Meh. Rencananya, kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada Sabtu (3/3) mendatang dengan mengemas berbagai bentuk kesenian dan budaya yang ada didaerah tersebut.
Ketua Pelaksanaan kegiatan perayaan Cap Go Meh, Yohanes kepada Kantor Berita RMOL Babel, Minggu (‎25/2) mengatakan saat kegiatan tersebut, panitia setempat sudah menyiapkan sejumlah rangkaian kegiatan acara untuk menghibur masyarakat daerah ini maupun masyarakat luar daerah yang datang ke Puri Tri Agung saat perayaan Cap Go Meh berlangsung.

‎"Kita menyiapkan kuliner seperti lontong Cap Go Meh yang terinspirasi dari hidangan ketupat yang merupakan makanan khas pada acara Cap Go Meh, thew fu fa, bubur kacang Tanjung Pesona, serta aneka kopi yang dapat dinikmati oleh pengunjung secara gratis,"katanya.

Selain kuliner, masyarakat yang hadir juga disuguhkan dengan pagelaran kesenian dan budaya seni helaran asal Tionghoa yakni atraksi wushu shaolin yang dipersembahkan oleh biksu shaolin temple Quanzhou Fujian, Seni Chinese Caligraphy, pameran lukisan Tiongkok dan ukiran kayu Tiongkok.

"Kita juga menampilkan atraksi tonggak dari Barongsai Bodhi Darma Shaolin dari Sungailiat yang pernah menjadi juara 1 dunia saat mengikuti kejuaraan barongsai tonggak di Jakarta tahun 2016 lalu,"katanya.

Pada kesempatan yang sama kata Yohanes, pihaknya juga akan melakukan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan Sinshe yang diberikan secara gratis kepada pengunjung yang datang,‎"Ini sebagai bentuk kepedulian pengurus Puri Tri Agung kepada masyarakat daerah ini," ujarnya.

Tidak sampai disitu, sejumlah artis ibukota seperti Tommy ali, Selfi KDI, Chisty Febika, Dewi Faradillah dan Bella Nafa dipastikan akan hadir dalam perayaan puncak berlangsung guna menghibur masyarakat yang datang. Melalui kegiatan ini, Yohanes berharap seni helaran yang ditampilkan tidak hanya menjadi daya tarik wisatawan lokal dan luar negeri. Akan tetapi melalui kegiatan ini pihaknya ingin menunjukkan bahwa seperti inilah gambaran persatuan Nasional yang diperlihatkan daerah ini dalam bentuk kekayaan budaya bangsa.

"Selain itu, kegiatan ini sebagai pemberdayaan masyarakat sekitar sebagai basis ekonomi pariwisata di Bangka Belitung (Babel)," katanya. [Lio]



Komentar Pembaca
Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017