Wiranto Bantah Jual Kursi Ketum Partai Hanura 200 Miliar

Politik  KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 , 21:57:00 WIB

Wiranto Bantah Jual Kursi Ketum Partai Hanura 200 Miliar

Foto/Net

RMOL. Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto angkat bicara mengenai isu transaksi kursi ketua umum (Ketum) Partai Hanuar kepada Oesman Sapta Odang (OSO).
Menurutnya isu jual beli kursi Ketum sudah berkembang, dari transaksi itu disebutkan dirinya menerima uang sebesar Rp200 miliar dari OSO.

"Saya tegaskan saya enggak pernah jual beli sama Pak OSO. Tidak sepersen pun saya minta ke Pak OSO," ujar Wiranto saat sambutan di acara Syukuran Partai Hanura di Kediaman OSO, Jalan Karang Asem, Jakarta Selatan, Kamis (22/2).

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Kemananan itu menjelaskan dirinya memang meminta OSO untuk memimpin partai. Menurutnya, OSO mampu menjaga soliditas partai.

"Yang saya harapkan waktu itu pengganti saya pak OSO akan tetap menjaga solidaritas, akan menambah kursi suara, itu bayaran komitmen, bukan di uang, tapi dengan niat melanjutkan perjuangan partai Hanura," ujarnya.

Di kesempatan yang sama OSO tidak membantah penjelasan Wiranto. OSO mengaku dirinya didatangi langsung mantan Panglima TNI itu untuk diminta memegang nahkoda partai. Saat itu, OSO tidak langsung menerima permintaan Wiranto.

"Waktu itu saya bilang, saya pikir-pikir dulu apa saya mampu. Kemudian setelah ketemu sampai empat kali, baru saya bersedia," cerita OSO

Lebih lanjut, OSO menjelaskan bahwa setelah dirinya menerima jabatan dan kepercayaan dari Wiranto, ia memiliki mengevaluasi dan membenahi semua sistem keuangan partai.

"Isu jual beli partai itu tidak benar, apalagi sampai ada tudingan saya ambil 200 miliar. Saya di Hanura jujur saja, menemukan beberapa pelanggaran keuangan, yang saya lakukan justru menangkap para maling-maling itu, baru saya lapor ke pak Wiranto," ujarnya. [nes]

Komentar Pembaca
Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017