Tim Ekonomi Tidak Dirombak, Jokowi Antikritik Dan Hanya Mau Disanjung

Politik  KAMIS, 18 JANUARI 2018 , 13:39:00 WIB

Tim Ekonomi Tidak Dirombak, Jokowi Antikritik Dan Hanya Mau Disanjung

Idrus Marham. Moeldoko, Agum Gumelar, dan Yuyu Sutisna/Net

RMOL. Reshuffle Kabinet jilid III dinilai sama sekali tidak mempengarhui kondisi ekonomi bangsa yang saat ini kian buruk.
Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengkritik langkah Jokowi yang merombak Kabinet Kerjanya tidak menyentuh tim ekonomi. Bahkan ia menangkap kesan mantan walikota Solo antikritik.

"Ini sudah mulai memperlihatkan watak asli Jokowi, tidak mau dikritik publik, mau hanya disanjung saja seperti anak kecil. Kali ini, reshuffle kabinet sangat mengecewakan publik. Hanya membuat rakyat muak atas reshuffle ini. Karena pergantian kabinet ini, bukan untuk memecahkan persoalan ekonomi yang sedang melilit negara ini," katanya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (18/1).

Kemarin, Presiden Jokowi mengambil sumpah jabatan beberapa pejabat. Dalam petikan Keputusan Presden (Kepres) yang dibacakan, Idrus Marham dilantik menjadi Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Moeldoko sebagai kepala Staf Presiden menggantikan Teten Masduki.

Agum Gumelar dilantik menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang ditinggalkan almarhum KH. Hasyim Muzadi atau Rusdi Kirana yang diangkat menjabat dubes RI untuk Malaysia. Kemudian ada Marsekal TNI Yuyu Sutisna menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang kini Panglima TNI.

Uchok menilai perombakan kabinet itu dilakukan Jokowi untuk mencapai keseimbangan politik dan memperkuat dukungan Jokowi pada Pilpres 2019 nanti. Padahal, seharusnya reshuffle difokuskan tim ekonomi karena pecapaian indikator ekonomi tidak sesuai dengan target RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional) tahun 2015-2020.
 
"Harusnya yang diganti itu mulai dari Menko Perekonomian Darmin Nasution, Sri Mulyani Menteri Keuangan, dan Hanif Dhakiri sebagai menteri Ketenagakerjaan," tegasnya.

Dengan fakta ini, ia ragu kondisi ekonomi bangsa akan semakin membaik.

"Paling-paling nambah utang," tengarainya.[wid]


Komentar Pembaca
TGPF Novel Tergantung Jokowi

TGPF Novel Tergantung Jokowi

KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 , 17:00:00

Nongkrong Politik, Semua Bisa Bicara

Nongkrong Politik, Semua Bisa Bicara

RABU, 21 FEBRUARI 2018 , 10:00:00

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

SELASA, 20 FEBRUARI 2018 , 15:00:00

Buka IMT-GT Join Business Council Meeting 2017

Buka IMT-GT Join Business Council Meeting 2017

RABU, 27 SEPTEMBER 2017 , 09:16:00

Target Tiga Besar

Target Tiga Besar

SENIN, 25 SEPTEMBER 2017 , 20:29:00

Takbir, Pasangan Mulya Daftar Ke KPU Bangka

Takbir, Pasangan Mulya Daftar Ke KPU Bangka

RABU, 09 JANUARI 2008 , 15:37:00