Bambang Ari Satria Sebut Keluhan Wartawan Sebagai Dinamika Kerja Jurnalistik

Anggap Miskomunikasi, Gubernur Sangat Menghormati Insan Pers

Daerah  RABU, 17 JANUARI 2018 , 21:17:00 WIB

Bambang Ari Satria Sebut Keluhan Wartawan Sebagai Dinamika Kerja Jurnalistik

Bambang Ari Satria

RMOL. Tim Komunikasi Gubernur (TKG) Bangka Belitung (Babel) mengklarifikasi kejadian tak mengenakan yang dialami beberapa wartawan yang bertugas di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) pada Selasa (16/1).
Lewat release pers kepada Redaksi Kantor Berita RMOLBabel, Koordinator TKG Bambang Ari Satria mengakui bahwa terjadi miskomunikasi antara Gubernur Babel Erzaldi Rosman yang ketika itu belum bisa diwawancarai oleh wartawan.

"Mohon kiranya kawan-kawan jurnalis bisa memahami kesibukan atau jadwal Pak Gubernur yang cukup padat, sehingga beliau terkadang belum memiliki waktu dan ruang yang cukup untuk berkomunikasi dengan kawan-kawan media," papar Bambang, tadi malam (17/1).

Terkait adanya keluhan kawan-kawan jurnalis yang merasa tidak terakomodir keinginannya untuk melakukan wawancara kepada Gubernur, menurut Bambang, kiranya hal itu dapat dipahami sebagai dinamika kerja jurnalistik. Namun, Bambang meyakinkan kepada kawan-kawan jurnalis bahwa Gubernur selalu memberi ruang bagi jurnalis untuk mendapatkan informasi yang berhubungan kerja dan kinerja di Pemprov Babel.

Bambang mencontohkan kejadian Selasa (16/1). Usai memberi pengarahan, Gubernur istirahat sejenak dan kemudian meninjau ruang kerja baru Biro Humas dan Protokol yang terletak di sisi kiri ruang kerjanya. Rencananya ruang bekas Biro Pemerintahan ini akan menjadi ruang kerja baru Biro Humas dan Protokol Pemprov Babel.

"Kebetulan Biro Humas dan Protokol akan pindah ke ruang kerja baru beberapa hari ini dan Pak Gubernur ingin melihat langsung kondisi ruang kerja Biro Humas dan Protokol yang baru tersebut," ujar Staf Khusus Gubernur Babel itu.

Ia melanjutkan, saat itu Gubernur Babel ingin memastikan kondisi ruang kerja Biro Humas Babel sudah sesuai dengan kebutuhan para ASN sebagai ujung tombak informasi di lingkungan Pemprov Babel tersebut. "Padahal jadwal Pak Gubernur sangat padat dua hari ini. Hampir tidak ada jeda waktu untuk istirahat sesaat. Namun setiap item kerja Beliau ingin detail dan tuntas," terangnya.

Bambang menceritakan saat meninjau tersebut ada beberapa kawan media yang ingin mewawancarai Pak Gubernur. Mereka adalah Kris dari Bangka Pos, Nurul dari Rakyat Pos, Rendi dari Media Indonesia, Elza dari Antara, Nita dari In Radio dan Wina Laspela.

Sembari berjalan, gubernur menjawab beberapa pertanyaan dari wartawan. Namun, ada juga pertanyaan yang belum sempat dijawab gubernur dikarenakan waktu yang tidak memungkinkan. Pasalnya, gubernur harus melanjutkan agenda berikutnya yaitu rapat Pembahasan Rencana Pembentukan Laboratorium Bersama.

Kami berharap kawan-kawan media memahami kejadian ini sehingga hubungan harmonis Pak Gubernur dengan media tetap terjalin dengan baik," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, figur mantan Bupati Bangka Tengah (Bateng) dua periode itu selama ini sangat concern dan menghormati kawan-kawan insan pers. Contoh dalam waktu dekat ada rencana menggelar family gathering dengan keluarga besar kalangan insan pers sekaligus memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2018.

Selain itu, Gubernur Erzaldi juga telah memiliki sejumlah agenda untuk menjalin hubungan dengan seluruh media massa cetak maupun elektronik yang ada di Babel melalui berbagai kegiatan yang telah diprogramkan beberapa OPD.

Antara lain agenda pertemuan rutin dengan seluruh pimpinan media massa seperti yang sudah dilaksanakan pada Desember 2017 lalu. Kemudian akan membantu peningkatan kualitas SDM dan profesionalisme insan pers melalui kegiatan pelatihan atau workshop jurnalistik, dan banyak lagi kegiatan yang melibatkan kalangan pers di Babel.

Selain itu akan menggalang juga kerja sama dengan organisasi insan pers. Sehingga sangat riskan bila mencuat informasi melalui sejumlah media Gubernur Erzaldi dinilai tidak menghargai tugas liputan yang dilakukan oleh kalangan wartawan.

"Selama saya mendampingi Pak Gubernur, saya melihat beliau sangat terbuka terhadap kerja wartawan. Bahkan beliau tidak membatasi baik ruang maupun waktu untuk diwawancarai wartawan. Namun memang saat beliau lagi sibuk, Pak Gubernur biasanya butuh waktu untuk bertemu wartawan. Alasannya agar setiap informasi yang dibutuhkan wartawan bisa tepat sasaran," pungkasnya. [ana]

Komentar Pembaca
TGPF Novel Tergantung Jokowi

TGPF Novel Tergantung Jokowi

KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 , 17:00:00

Nongkrong Politik, Semua Bisa Bicara

Nongkrong Politik, Semua Bisa Bicara

RABU, 21 FEBRUARI 2018 , 10:00:00

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

SELASA, 20 FEBRUARI 2018 , 15:00:00

Buka IMT-GT Join Business Council Meeting 2017

Buka IMT-GT Join Business Council Meeting 2017

RABU, 27 SEPTEMBER 2017 , 09:16:00

Target Tiga Besar

Target Tiga Besar

SENIN, 25 SEPTEMBER 2017 , 20:29:00

Takbir, Pasangan Mulya Daftar Ke KPU Bangka

Takbir, Pasangan Mulya Daftar Ke KPU Bangka

RABU, 09 JANUARI 2008 , 15:37:00