PILGUB JATIM

Bantah La Nyalla, Gerindra: Minta 40 Miliar? Untuk Saksi Saja 61,5 Miliar

Politik  KAMIS, 11 JANUARI 2018 , 21:01:00 WIB

Bantah La Nyalla, Gerindra: Minta 40 Miliar? Untuk Saksi Saja 61,5 Miliar

Arief Poyuono/Net

RMOL. Tidak ada permintaan uang Rp 40 miliar dalam surat tugas Partai Gerindra untuk Ketua Kadin Jawa Timur La Nyalla Mattalitti maju pada Pilkada 2018.
Surat mandat untuk La Nyalla dari Ketum Gerindra Prabowo Subianto dengan nomor 12-0036/B/DPP-GERINDRA/Pilkada/2017 itu berisi perintah agar La Nyalla mencari partai koalisi  sebelum 20 Desember 2017.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono melalui pesan elektronik yang dipancarluaskannya beberapa saat lalu, Kamis (11/1).

Arief menjelaskan dari awal Gerindra menyatakan mengusung La Nyalla sebagai bakal cagub Gerindra di Jatim. La Nyalla sebagai kader Gerindra diijinkan untuk memasang fotonya bersama Prabowo di setiap pelosok Jatim.

"Namun hingga surat tugas itu berakhir, mas La Nyalla tidak berhasil mendapatkan partai koalisi (PAN). Padahal setahu saya Pak Amin Rais mengusulkan La Nyalla juga namun Ketum PAN menolak mengusung Pak La Nyalla dengan alasan DPW PAN Jatim menolaknya. Jadi jelaskan kan dukungan Amien Rais pada La Nyalla enggak dianggap oleh Ketum PAN dan DPW PAN Jatim," beber Arief.

Mengenai uang 40 miliar yang disebut La Nyalla diminta oleh Prabowo Subianto untuk membayar saksi di TPS saat pencoblosan, menurut Arief sangatlah wajar. Dikatakan dia, sebab pertama kemenangan cakada dalam Pilgub kuncinya adalah kekuatan para saksi di TPS-TPS.

Arief memberikan ilustrasi. Jumlah TPS Pilgub Jatim yang tersebar di 38 kabupaten/kota total 68511 TPS. Dibutuhkan 3 saksi untuk mengawal satu TPS. Andai uang makan saksi sebesar 200 ribu perorang, maka dibutuhkan 41 miliar. Justru kata Arief, angka yang diminta kepada La Nyalla,  kalau benar ada, maka angkanya masih kurang.

"Belum lagi saksi-saksi di tingkat PPS, PPK dan KPUD. Belum lagi untuk dana pelatihan saksi sebelum pencoblosan yaitu sebesar 100 ribu perorang/hari dan butuh 3 hari. Artinya masih dibutuhkan dana sebesar 20,5 miliar. Jadi total 61,5 miliar. Artinya kekurangan dana nantinya yang menanggung ya kader Partai Gerindra, seperti pada Pilgub DKI Jakarta seluruh kader Gerindra di Indonesia urunan untuk bantu Anies-Sandi," papar Arief lagi.

Terkait keputusan La Nyalla keluar dari Gerindra, Arief yang sudah menganggap La Nyalla seperti kakak, meminta untuk berpikir ulang. Arief berharap dinamikan jelang Pilgub di Jatim tidak membuat La Nyalla hengkang.

"Mohon agar jangan keluar dari Gerindra dan tetap berjuang bersama di Gerindra karena Pilgub Jatim bukan segalanya untuk bisa membawa Indonesia menuju Indonesia yang maju. Kita punya tujuan yang lebih besar untuk bangsa dan negara," demikian Arief.[dem]

Komentar Pembaca
Partai Gerindra Vokal Tapi Belum Terarah

Partai Gerindra Vokal Tapi Belum Terarah

SELASA, 23 OKTOBER 2018 , 13:00:00

Indonesia Berpotensi Jadi Mangkuk Pangan Asia

Indonesia Berpotensi Jadi Mangkuk Pangan Asia

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 17:00:00

Prabowo-Sandi Fokus Revitalisasi Ekonomi Kerakyatan