Menteri Hanif Dorong Transformasi Digital Bagi Pekerja

Nusantara  JUM'AT, 22 DESEMBER 2017 , 10:45:00 WIB

Menteri Hanif Dorong Transformasi Digital Bagi Pekerja
RMOL. Era transformasi ke dunia digital jadi ketakutan tersendiri bagi para pekerja di lingkungan produksi atau pabrik. Bukan tak bisa bersaing, tapi biaya operasional yang lebih efisien jadi alasan sebagian besar perusahaan di dunia industri.
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengatakan, penerapan strategi transformasi digital penting untuk menjaga agar jangan terjadi guncangan di industri.

"Baik dalam arti bisnis shock dan kalah bersaing dan kemudian tutup. Atau man power shock perusahaan bisa survive tapi ada phk besar-besaran. Kita ingin semua itu diantisipasi, " kata Menteri Hanif dalam kongres Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia  (SPSI) di Ancol, Jakarta Utara, Rabu (20/12).

Hanif melanjutkan, yang tidak kalah pentingnya adalah akses pelatihan kerja harus terus dilakukan untuk meningkatkan skill bagi angkatan kerja baru atau yang lama.

"Sehingga pekerja yang level pendidikan rendah, kalau ada akses pelatihan yang baik, bisa meningkat kualitas pekerjaannya, hasil meningkat, kesejahteraan meningkat," beber Hanif.

Meski begitu, Hanif mengaku era digital atau robotisasi sudah bisa dirasakan. Namun memang belum merata di semua wilayah Indonesia. Yang penting, kata dia, saat ini langkah antisipasi sudah harus dijalankan.

"Kita sudah bisa rasakan tapi belum disemua tempat tapi ini kan trend ke depan jangan sampai kita kelagapan begitu sudah booming semua. Ketika ini sudah muncul harus kita antisipasi. Jadi dalam lima tahun sampai sepuluh tahun  kedepan kita ready, " ujar dia.

Di tempat yang sama, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia  (SPSI) Andi Gani Nena Wea mengatakan, pemerintah harus segera merespon atas fenomena digitalisasi untuk menyelamatkan para pekerja. Untuk itu dalam kongres ke 9 yang digelar SPSI di Ancol isu era digital juga dibahas serius.

"Sekarang diseluruh dunia ada ketakutan digitalisasi atau robot. Ada pabrik yang awalnya pekerjanya ada 10 ribu orang sekarang hanya 5 ribu orang dan diganti robot. Ini pemerintah harus merespons karena akan banyak pekerja kehilangan pekerjaan dan mengantisipasi dengan keterampilan, " beber Andi. [dem] 


Komentar Pembaca
Bunga untuk Veronica Tan

Bunga untuk Veronica Tan

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 17:00:04

Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09