Gaji Guru Se-Bangka Diduga Disunat, KMAK Menuntut! Disdikbud : Tuntutannya Tak Jelas

Daerah  SELASA, 12 DESEMBER 2017 , 20:47:00 WIB

Gaji Guru Se-Bangka Diduga Disunat, KMAK Menuntut! Disdikbud : Tuntutannya Tak Jelas

KMAK Babel/RMOLBabel

RMOL. LSM Komunitas Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Bangka Belitung (Babel) meminta kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) mengusut tuntas dugaan pungutan liar (pungli) dan penyalahgunaan wewenang yang terjadi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik).
Hal ini disampaikan LSM KMAK Babel saat melakukan aksi di depan kantor Disdik Bangka, Senin (11/12). Pihaknya mengaku sudah membuat laporan tertulis ke Kejakti Babel dan meminta mengusut tuntas dugaan tersebut.

Koordinator aksi KMAK Babel, Edi Muslim mengatakan dalam laporan tersebut, Disdikbud Bangka diduga telah melakukan pungli atas dugaan pemotongan gaji guru se-Bangka yang nominalnya bervariasi. "Mulai dari pungutan Korpri, pungutan uang musibah, pungutan infaq dan ada lagi administrasi kantor yang dilakukan Disdikbud terhadap guru," jelasnya.

Selain itu juga, mereka menilai Bupati Bangka dan Kepala Disdikbud Bangka kurang tegas terkait penerbitan majalah edukasia oleh Dewan Pendidikan.

"Yang namanya majalah informasi itu harus ada standar perusahaan persnya, dan sudah ditetapkan oleh dewan pers. Tapi ini majalah edukasia ini diterbitkan oleh Dewan Pendidikan, sementara tim distibutor dan tim sirkulasinya adalah UPTD Disdikbud," katanya.

Untuk majalah edukasia kata dia, pelajar dibebankan membayar uang Rp15 ribu/eksemplar. "Kalau memang ini untuk penerbitan internal, itu tidak boleh diperjualbelikan, sama halnya dengan Dewan Pendidikan provinsi, DPRD provinsi yang mana mereka membuat informasi ataupun majalah bukan untuk diperjualbelikan," terangnya.

Menurut dia, berdasarkan keterangan dari Dewan Pendidikan, majalah edukasia yang dijual kepada para pelajar ini digarap sejak tahun 2009 yang lalu hingga saat ini uang hasil penjualan tersebut dipergunakan untuk operasional dewan pendidikan.

"Kalau menurut Dewan Pendidikan, itu untuk operasional mereka berhubung tidak dianggarkan ‎sama sekali Pemkab Bangka. Dan disini yang kami permasalahkan mereka melibatkan pegawai negeri,"katanya.

Akan hal ini, pihaknya menganggap Pemkab Bangka ini telah melakukan tindakan kesewenang-wenangan dengan menutup mata kegiatan majalah edukasia dan menutup mata pungutan pungutan di daerah ini khususnya di Disdikbud.

‎"Sejauh ini, kejadian ini terjadi di kecamatan Merawang. Tapi tidak menutup kemungkinan kegiatan ini juga dilakukan oleh UPTD lainnya yang ada di daerah ini," katanya.

Menyikapi tuntutan yang disampaikan KMAK, Kepala Disdikbud Bangka Padli menilai tuntutan tersebut tidak jelas. Diterangkannya, soal tudingan dugaan pungli oleh dinas setempat terhadap para guru itu tidak benar. "Pertama Korpri, itu memang ada wadahnya, kemudian adanya potongan baznas itu juga ada, tanya aja sama Baznas, jadi bukan Disdikbud tukangnya," kata Padli.

Soal majalah edukasia yang dipermasalahkan oleh LSM KMAK Babel juga disikapi oleh Padli. "Untuk majalah itu ada, edukasia dan itu jelas namun tidak ada paksaan. Mereka bayar silahkan, tidak ngambil pun tidak masalah," jelasnya.

Usai melakukan orasi dikantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka, massa bergerak ke kantor Bupati Bangka guna mengadukan hal tersebut. Sayangnya, saat tiba dikantor Bupati Bangka, yang bersangkutan tidak berada ditempat.

Sejumlah massa yang melakukan orasi disambut oleh Asisten Pemerintahan Setda Bangka, Teddy Sudarsono. Dalam orasinya, KMAK meminta kepada Bupati Bangka untuk mengusut tuntas dugaan pungli dan penyalahgunaan wewenang oleh oknum pejabat Diknas tersebut.

Oleh Teddy Sudarsono mengatakan akan menyampaikan aspirasi yang di sampaikan KMAK ini kepada Bupati Bangka. "Jadi mohon maaf, saya tidak bisa mengambil keputusan hari ini karena memang bukan tupoksi dan wewenang saya. Dan aspirasi yang disampaikan ini akan saya sampaikan secepatnya kepada pimpinan (Bupati Bangka)," katanya. [Mg4]


Komentar Pembaca
JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JUM'AT, 19 JANUARI 2018 , 21:00:00

Mau Rumah DP 0 Rupiah? Ini Syaratnya

Mau Rumah DP 0 Rupiah? Ini Syaratnya

KAMIS, 18 JANUARI 2018 , 15:00:00

Anies Pencitraan Pakai Becak

Anies Pencitraan Pakai Becak

RABU, 17 JANUARI 2018 , 19:00:00

Memberi Hormat

Memberi Hormat

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 10:40:00

RABU, 17 AGUSTUS 2016 , 21:42:00

Buka IMT-GT Join Business Council Meeting 2017

Buka IMT-GT Join Business Council Meeting 2017

RABU, 27 SEPTEMBER 2017 , 09:16:00