Pekat Asap Smelter Ini Bikin Warga Sesak Nafas

Daerah  SENIN, 11 DESEMBER 2017 , 21:35:00 WIB

Pekat Asap Smelter Ini Bikin Warga Sesak Nafas

Asap Hitam Pekat Smelter Yang Diabadikan Warga/IST

RMOL. Warga nelayan yang berdomisili di lingkungan Parit Pekir, Sungailiat, Kabupaten kembali mengeluhkan asap smelter CV Panca Mega Permata (PMP)  yang terdapat didalam kawasan industri Jelitik mengeluarkan asap hitam yang semakin tebal.
Asap smelter PMP yang dikeluhkan warga sekitar ini dapat berdampak buruh terhadap kesehatan masyarakat ‎sekitar. Ketua HNSI Bangka, Ridwan saat dikonfirmasi Senin (11/12) membenarkan atas keluhan warga nelayan tersebut. "Jadi kemarin. (10/12), rekan rekan nelayan, rekan rekan masyarakat Pelabuhan Parit Pekir itu mengeluhkan asap smelter tersebut," katanya.

Terkait polusi yang disebabkan asap smelter PMP ini, kata Ridwan, ia bersama warga sekitar akan melakukan rapat konsolidasi terkait langkah apa yang akan dilakukan masyarakat terhadap polusi asap smelter itu. "Apakah mereka akan melakukan demonstrasi atau administrasi. Tapi yang jelas dari kita, kita layangkan secara administrasi dulu ke pihak perusahaan terkait polusi asap tersebut," katanya.

Namun apabila tidak ditanggapi oleh pihak perusahaan dan pemerintah daerah ini terkait keluhan warga ini soal asap smelter tersebut,kata Ridwan , masyarakat sekitar akan turun ke jalan guna melakukan orasi. "Kami harap pemerintah cepat merespon apa yang terjadi di masyarakat sehingga keluhan keluhan ini dapat diatasi dengan baik," jelasnya.

Karena menurut dia, berdasarkan hasil video yang diterimanya dari masyarakat, asap smelter PMP itu kondisinya semakin hari semakin parah. "Kalau setiap hari seperti itu, otomatis itu dapat menganggu sistem pernapasan baik anak anak yang masih bayi hingga anak anak yang masih sekolah hingga orang dewasa,"katanya.

Bahkan katanya, berdasarkan keterangan sejumlah warg‎a sekitar, sudah ada warga yang menderita sesak napas akibat polusi asap smelter yang ada dikawasan industri Jelitik. "Efeknya sudah ada warga yang sesak napas," terangnya.

Atas dugaan pencemaran lingkungan oleh asap smelter tersebut, kata Ridwan pihaknya akan menyurati Gubernur Babel, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Babel, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka hingga tembusan ke Kementrian Hidup RI agar ditindaklanjuti. [Mg4]


Komentar Pembaca
Sahabat Rocky Gerung Melawan!

Sahabat Rocky Gerung Melawan!

KAMIS, 19 APRIL 2018 , 11:00:00

Jembatan Widang Di Tuban Ambruk

Jembatan Widang Di Tuban Ambruk

SELASA, 17 APRIL 2018 , 13:00:00

Rizal Ramli, Sang Ngofa Tidore

Rizal Ramli, Sang Ngofa Tidore

SENIN, 16 APRIL 2018 , 19:00:00

Takbir, Pasangan Mulya Daftar Ke KPU Bangka

Takbir, Pasangan Mulya Daftar Ke KPU Bangka

RABU, 09 JANUARI 2008 , 15:37:00

Ongkos Haji Naik 0,99 Persen

Ongkos Haji Naik 0,99 Persen

KAMIS, 15 MARET 2018 , 18:11:00