Babel Terima Anugerah Indeks Demokrasi Indonesia 2016

Daerah  SELASA, 05 DESEMBER 2017 , 23:03:00 WIB

Babel Terima Anugerah Indeks Demokrasi Indonesia 2016

Foto/IST

RMOL. Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI memberikan penghargaan kepada provinsi berprestasi dalam mengembangkan demokrasi dan menjaga stabilitas politik di daerah.
Anugerah Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2016tersebut pun disematkan kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel), yang diterima langsung Gubernur Erzaldi Rosman dari Mendagri Tjahjo Kumolo di Balairung Kirana Hotel Kartika Chandra Jakarta Selatan, Selasa (5/12).

Memperhatikan IDI tahun 2016 yang dilaksanakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kemendagri Badan Pusat Statistik (BPS), Babel berada pada peringkat ke-2 dari 34 provinsi di Indonesia. IDI Babel 2016 mencapai angka 83,00 dalam skala 0 sampai 100.

Angka tersebut, mengalami peningkatan yang cukup tinggi dibandingkan dengan angka IDI 2015 sebesar 72,31. Kondisi demokrasi yang baik itu, perlu dijaga dan dikelola oleh seluruh komponen di daerah dalam rangka menjaga dan mewujudkan kuantitas dan kualitas kinerja demokrasi di daerah yang semakin baik.

Tiga aspek demokrasi yang perlu dijaga dan dikelola dengan baik oleh seluruh komponen dalam menjaga proses demokrasi. Tiga aspek tersebut yaitu aspek kebebasan sipil, hak-hak politik dan institusi demokrasi. Dari sisi aspek kebebasan sipil,  ada beberapa variabel yang mempengaruhi kondisi demokrasi, diantaranya kebebasan berkumpul dan berserikat, kebebasan berpendapat, kebebasan berkeyakinan dan kebebasan dari diskriminasi.

Sedangkan variabel yang mempengaruhi demokrasi ditinjau dari aspek hak-hak politik dipengaruhi oleh variabel partisipasi politik dalam pengambilan keputusan dan pengawasan. Variabel pelaksanaan pemilu/pilkada yang bebas dan adil, peran DPRD dan partai politik, birokrasi pemerintah daerah serta peradilan yang independen sebagai variabel yang mempengaruhi demokrasi ditinjau dari aspek institusi demokrasi.

Gubernur Erzaldi usai menerima anugerah menjelaskan, di Babel tidak pernah ada pertikaian antar partai politik, sehingga suasana yang tumbuh dapat dirasakan secara kondusif, harmonis, aman dan nyaman.

"Di Babel tidak ada faksi-faksi. Artinya, semua partai politik berkumpul menjadi kekuatan dalam ikut membangun Babel. Itulah yang kami namakan keseimbangan. Akan tetapi, jika keputusan yang diambil melibatkan satu unsur, maka musyawarah mufakat menjadi jalan terbaik," ungkapnya.

Ia menyebutkan, terdapat tiga aspek yang diukur dalam capaian IDI, diantaranya aspek  aspek kebebasan sipil, aspek hak-hak politik dan aspek lembaga demokrasi. Aspek kebebasan sipil di Babel, ditambahkan Erzaldi, terlihat dari meningkatnya kebebasan berkeyakinan dan kebebasan dari rasa diskriminasi. Indikator lainnya, juga terlihat dari kebebasan berkumpul dan berserikat.

"Penghargaan ini, karena partisipasi masyarakat Babel tentunya. Karena semakin tinggi kualitas partisipasi demokrasi masyarakat akan semakin ter-representasi konsolidasi demokrasi untuk memulihkan kepercayaan publik kepada pemerintah. Kalau kepercayaan publik meningkat, rencana dan implementasi pembangunan pun akan cepat, karena masyarakat ikut di dalamnya," ujar Erzaldi. [Mg6]


Komentar Pembaca