Nilai Tukar Petani (NTP) Babel 93,67 Pada November 2017

Daerah  SELASA, 05 DESEMBER 2017 , 11:19:00 WIB

Nilai Tukar Petani (NTP) Babel 93,67 Pada November 2017

Foto/IST

RMOL. Nilai Tukar Petani (NTP) pada November 2017 tercatat 92,05 atau mengalami penurunan sebesar 1,73 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 93,67 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Darwis Sitorus menjelaskan, penurunan nilai tukar petani dikarenakan indeks harga yang diterima petani (it) mengalami penurunan sebesar 1,66 persen lebih kecil dari naiknya indeks harga yang dibayar petani yaitu sebesar 0,07 persen. Penjelasan tersebut disampaikan pada hari Senin (04/12/2017) saat konferensi pers di Ruang Pertemuan Kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka belitung.

"Daerah perdesaan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami inflasi sebesar 0,07 persen disebabkan naiknya enam dari tujuh kelompok konsumsi rumah tangga," ungkap Darwis.

Darwis menambahkan NTP subsektor tanaman pangan sebesar 92,27, subsektor holtikultura sebesar 100,07, sedangkan subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 86,88. Menurut Darwis, untuk sub sektor peternakan sebesar 91,82, subsektor perikanan sebesar 110,52 dengan kelompok perikanan tangkap sebesar 112,88 dan kelompok perikanan budidaya sebesar 94,73.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

"Semakin tinggi NTP secra relatif semakin tinggi pula tingkat kemampuan daya beli petani," jelasnya.

Ditambahkannya, berdasarkan hasil pemantauan harga di perdesaan pada 6 kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bahwa pada November 2017, NTP turun sebesar 1,73 persen dibandingkan NTP pada Oktober 2017 yaitu 93,67 menjadi 92,05.

"Penurunan NTP di bulan November 2017 disebabkan turunnya NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 3,49 persen, subsektor peternakan sebesar 0,20 persen dan subsektor perikanan sebesar 0,86 persen," imbuh Darwis. [Hms]



Komentar Pembaca
RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 12:31:48

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15