Pol PP Bangka Segera Tindak Pertenakan Babi Di Air Kenanga

Daerah  KAMIS, 02 NOVEMBER 2017 , 10:47:00 WIB

Pol PP Bangka Segera Tindak Pertenakan Babi Di Air Kenanga

Ilustrasi/Net

RMOL. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka dinilai lambat dalam menangani permasalahan peternakan babi di lingkungan Air Kenanga yang dikeluhkan warga setempat.
"Saya pikir, pemerintah terlalu lambat menindaklanjuti hasil pertemuan rapat satu bulan yang lalu yang belum ditindaklanjuti juga," kata Ketua DPRD Bangka, Parulian Napitupulu usai mendengarkan keluhan yang disampaikan Kaling Air Kenanga ke DPRD Bangka, Rabu (1/11).

Menurut dia, lambatnya penanganan oleh Pemkab ini membuat dua orang warga setempat terpaksa pindah dari kediamannya lantaran tidak tahan dengan bau yang disebabkan oleh limbah peternakan babi itu.

"Bayangkan saja, dua orang warga sampai pindah jiwa. Dan mereka bilang sama kita, kami makan babi pak wo, tapi kami dak tahan bau a pak," katanya.

Ditambahkan oleh Kepala Satpol PP Bangka Dalyan Amrie mengatakan, untuk permasalahan limbah itu kewenangannya berada pada Dinas Lingkungan Hidup. Namun berdasarkan hasil rapat menyimpulkan, penghentian terhadap aktivitas peternakan babi oleh CV Kenanga Jaya Farm di Air Kenanga kewenangan ada pada Satpol PP Bangka.

"Tadi sudah disepakati pimpinan ini di serahkan ke Satpol PP. Jadi kami melalui PPNS akan melakukan penghentian dan memanggil serta diberi waktu. Karena itukan harus dikurangi babi itu. Namun apabila tidak maka kami akan melakukan penyitaan atau dimusnahkan,"katanya.

Dikatakan dia, Satpol PP Bangka memberikan waktu selama 1 minggu kepada pemilik peternakan babi tersebut untuk mengeluarkan babi tersebut dari lingkungan setempat.

"Jadi selama 1 minggu ini bau limbah babi itu hilang dan populasi babi disana berkurang. Karena maksimal disitu hanya 120 ekor, lebih dari itu tidak boleh," katanya.

Menurut dia, seharusnya peternakan babi di Air Kenanga itu ditutup permanen karena tidak memiliki izin. "Yang pastinya proses hukum harus diberikan karena tidak memiliki izin. Tapi kalau mereka masih membandel, proses hukum itu akan kita lakukan kepada pemiliknya," katanya.

Sebelumnya, Kepala Lingkungan Air Kenanga Sakmen yang mewakili ratusan warga sekitar mengadukan bau limbah peternakan babi tersebut ke DPRD Bangka untuk ditindak lanjuti.

Karena menurut dia, berdasarkan pertemuan satu bulan yang lalu antara warga dengan pemilik peternakan, dinas Lingkungan Hidup serta Satpol PP Bangka timbul kesepakatan peternakan tersebut ditutup.

Kendati peternakan itu tutup, populasi babi yang diternak CV Kenanga Jaya Farm hinga saat ini masih mencapai 500 ekor babi dan bau limbah yang berasal dari peternakan babi itu mengganggu penciuman warga sekitar. "Oleh karena itu kami minta ketegasan pemerintah untuk mengambil sikap atas peternakan babi disana,"katanya.

Akan hal tersebut, kata dia, dua warga sekitar memilih pindah ke tempat lain lantaran tidak tahan dengan bau limbah yang disebabkan oleh peternakan babi milik CV Kenanga Jaya Farm tersebut. [Mg4]


Komentar Pembaca
Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 12:31:48

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11