Bayi Pasien Rahayu Meninggal Dunia, Rio : Ini Tragedi, Pembenahan Mutlak Dilakukan!

Daerah  SENIN, 09 OKTOBER 2017 , 11:30:00 WIB

Bayi Pasien Rahayu Meninggal Dunia, Rio : Ini Tragedi, Pembenahan Mutlak Dilakukan!

Ilustrasi/Net

RMOL. Innalillahi wa innailaihi rojiun.. kabar mengejutkan dari pasien Rahayu. Diterima RMOLBabel (Senin, 9/10), bayi pasien Rahayu yang berkelamin laki-laki meninggal dunia.
Rahayu merupakan pasien yang ditolak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan persalinan di RS Bhakti Timah Pangkalpinang hingga melahirkan anak pertamanya di mobil di depan ruang IGD RS Bhakti Warah Pangkalpinang, Jumat (6/10) yang lalu.

Kejadian ini pun mendapat reaksi dari anggota DPRD Pangkalpinang, Rio Setiady. Kepada wartawan, Rio menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga Rahayu.

"Atas nama pribadi dan sebagai wakil rakyat yang diamanatkan duduk di legislatif DPRD Pangkalpinang, saya mengucapkan duka cita yang mendalam atas meninggalnya bayi dari ibu Rahayu, semoga Allah SWT berikan sebaik-baik tempat di sisi-Nya, dan keluarga diberikan ketabahan," ucap Rio.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu pun mengatakan bahwa ini sudah menjadi tragedi di bidang kesehatan di Bangka Belitung (Babel), khususnya Pangkalpinang.

Untuk itu ia menegaskan, pembenahan mutlak harus dilakukan kepada seluruh pelayanan dan sumber daya kesehatan di Pangkalpinang dan Babel. Karena kesehatan adalah hal wajib yang harus di-back up oleh pemerintah pusat dan daerah.

"Kematian adalah takdir Yang Maha Kuasa, tetapi sebab musababnya harus menjadi muhasabah dan evaluasi bagi kita semua. Faktor manusia atau sistem yang menjadi pintu terjadinya tragedi ini seharusnya dibuka secara adil," terangnya.

Terpisah Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi mengaku akan bertindak memanggil pihak RS Bhakti Timah Pangkalpinang dan Badan Pengawas RS.

"Mereka harus benahi pelayanan dan tidak boleh hanya berorientasi bisnis/keuntungan namun juga wajib berjiwa Social Oriented Base. Apalagi RS Bhakti Timah merupakan bagian anak usaha PT Timah yang kita harapkan sebagian besarnya membantu masyarakat Babel. Bila perlu Manajemen RS Bhakti Timah ini diganti untuk pelayanan yang lebih baik," tegasnya.

Lebih lanjut, Amri menuturkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, ditolaknya pasien Rahayu oleh RS Bhakti Timah ini bukan yang pertama.

"Makanya kita terus menggali informasi darim syarakat. Dan bagi masyarakat yang merasa dirugikan dengan pelayanan RS Bhakti Timah, silahkan sampaikan ke kami DPRD Babel khususnya Komisi IV," kata Amri.

Diberitakan sebelumnya, kabar meninggalnya bayi pasien Rahayu dibenarkan oleh kakak iparnya, Dwi Prasetyo saat dihubungi wartawan. "Benar, bayi adik kami yang masih mendapatkan perawatan di RS Bhakti Wara meninggal dunia," ungkap Dwi.

Hanya saja, Dwi belum bisa berkomentar banyak karena masih berbincang dengan dokter di RS Bhakti Wara. "Kawan-kawan (wartawan) kesini saja dulu, nanti saya akan berikan keterangan," kata Dwi menutup telepon selulernya. [ana]


Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

JUM'AT, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

BAZNAS Layani 1.000 Pengungsi Rohingya

BAZNAS Layani 1.000 Pengungsi Rohingya

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Forum Wartawan OBOR Diresmikan

Forum Wartawan OBOR Diresmikan

RABU, 18 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Buka IMT-GT Join Business Council Meeting 2017

Buka IMT-GT Join Business Council Meeting 2017

RABU, 27 SEPTEMBER 2017 , 09:16:00

Target Tiga Besar

Target Tiga Besar

SENIN, 25 SEPTEMBER 2017 , 20:29:00