KOHATI Babel Bahas "Save Generation From Gadget"

Pendidikan  SABTU, 07 OKTOBER 2017 , 21:36:00 WIB

KOHATI Babel Bahas

RMOLBabel

RMOL. Korps HMI Wati (KOHATI) Bangka Belitung (Babel) menggelar diskusi publik yang bertajuk "Save Generation From Gadget", Sabtu (7/10) di Hotel Jati Wisata Pangkalpinang.
Acara yang digelar dalam rangka memperingati Milad KOHATI ke-51 ini, menghadirkan empat orang Narasumber, yaitu: Ahmadi Sofyan, Penulis dan Pemerhati Sosial, Wahyu Kurniawan, Psikolog, Zubaidah, Ketua LSM P2H2P, dan Aimie Sulaiman, Dosen Sosialisasi FISIP UBB.

Wahyu Kurniawan, Psikolog mengatakan bahwa anak usia dua sampai tujuh tahun merupakan masa keemasan yang disebut dengan pra-operasional aktif. Masa di mana anak-anak belum bisa membedakan antara benar dengan salah. "Moral mereka mengikuti perilaku orang dewasa," jelas Wahyu.

Sedangkan Ahmadi Sofyan, mengajak orangtua untuk dapat memberikan mainan yang bisa menumbuhkan jiwa sosial dan karakter kepemimpinan terhadap anak.

"Mari dari sejak dini berikan anak mainan yang tidak membuat mereka menjadi egois, agar anak-anak memiliki jiwa sosial dan karakter kepemimpinan yang baik," kata Ahmadi.

Mantan Aktivis HMI ini juga mengatakan bahwa, penting bagi orangtua untuk meluangkan waktu bersama keluarga. Karena cerita Ahmadi, ia dibesarkan dari keluarga sederhana yang selalu kumpul bersama dalam satu meja makan.

"Luangkan waktu kepada anak-anak. Contohnya saya yang belajar dari keluarga saya, yang setiap waktu makan siang dan malam selalu kumpul bersama-sama dalam satu meja makan, dan disaat itulah orangtua menasihati kami," cerita Ahmadi mengingat masa lalu.

Orangtua harus bisa membatasi anak dalam menggunakan handphone agar anak tidak memiliki sifat egois. "Batasi anak dengan handphone. Ini secara teknologi modern, tapi secara perilaku, tidak beradab," kata Zubaidah, Ketua LSM P2H2P," tegasnya.

Sementara itu menurut Aimie Sulaiman, Dosen Sosialisasi FISIP UBB, orangtua bukan hanya mendidik anak melalui lisan, tapi juga wajib dengan perbuatan. "Orangtua jangan cuma bisa mengajar, tapi tidak bisa melakoni (Jarkoni). Kita dulu yang harus mengoreksi diri," tutupnya. [Mg6]


Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

JUM'AT, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

BAZNAS Layani 1.000 Pengungsi Rohingya

BAZNAS Layani 1.000 Pengungsi Rohingya

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Forum Wartawan OBOR Diresmikan

Forum Wartawan OBOR Diresmikan

RABU, 18 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Buka IMT-GT Join Business Council Meeting 2017

Buka IMT-GT Join Business Council Meeting 2017

RABU, 27 SEPTEMBER 2017 , 09:16:00

Target Tiga Besar

Target Tiga Besar

SENIN, 25 SEPTEMBER 2017 , 20:29:00