Saatnya Maksimalkan Komoditas Unggulan Pangkalpinang

Ragam  SABTU, 09 SEPTEMBER 2017 , 10:54:00 WIB

Saatnya Maksimalkan Komoditas Unggulan Pangkalpinang
DI tengah penghujung jalan kota Pangkalpinang ini ku sapa sang pencipta alam. Kekagumanku sulit untuk ku pendam. Dari siang hingga malam, pesonanya tak pernah padam. Desiran angin yang berirama di pegunungan, tumbuhan yang menari-nari di pegunungan. Begitu indah rasanya, bak indahnya taman di surga. Keindahan alam terasa sempurna. Membuat semua orang terpana, membuat semua orang terkesima.
Kota ini butuh pemimpin yang dapat mempertahankan potensi alamnya. Pemimpin yang dapat menjauhkan panggang dari api, meski berduyun bahtera di bagan siapi-api. Jangan sampai potensi ini hanya menjadi pengantar impor, yang membuat negeri ini semakin kebergantungan. Kota ini tentu butuh pemimpin yang dapat meningkatkan potensi ekonomi dari sumber daya alam sebagai salah satu jati diri bangsa.

Pangkalpinang merupakan pusat dari pemerintahan yang merupakan pusat aktivitas bisnis atau perdagangan dan industri di Bangka Belitung yang terkenal akan hasil logam timah dan lada putihnya. Hal ini disebabkan karena kedua komoditi tersebut merupakan komoditas unggulan sebagai komoditi ekspor utama di Pangkalpinang.

Oleh karena itulah, jika kita mengunjungi kota Pangkalpinang ini, kita akan menemukan kantor pusat PT Timah Tbk. Pangkalpinang juga merupakan kota penghasil logam tanah jarang yang memiliki nilai jual yang begitu tinggi, sehingga merupakan incaran utama dari negeri lain, seperti China. Berdasarkan hasil survei Badan Geologi, potensi logam tanah jarang (LTJ) terbesar di Indonesia ada di Bangka Belitung dan memiliki nilai jual cukup tinggi, dimana China sanggup membeli puluhan juta per kilogram.

Inilah yang membuat logam dan timah menjadi komoditi ekspor utama Indonesia yang didapat dari Pangkalpinang.

Untuk lada putih, berdasarkan realita yang ada, hampir 80-90 persen kebutuhan lada putih dunia dipasok oleh para petani Indonesia. Kualitas lada putih terbaik dapat dijumpai di Pangkalpinang, dimana BPTB Bangka Belitung telah melakukan penelitian terkait lada putih untuk mengoptimalkan komoditas unggulan di kepulauan ini.

Potensi ekspor Pangkalpinang yang salah satunya dikuasai oleh kedua komoditas ini telah terlihat sejak tahun 2007 dimana neraca perdagangan kota Pangkal Pinang telah mengalami surplus dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yaitu mencapai angka 1.254,43 juta dollar AS, atau naik 17,38 persen dibanding tahun sebelumnya.

Potensi ekonomi yang dimiliki oleh Pangkalpinang ini tentu patut untuk dipertahankan. Mari bersama saya kita memaksimalkan potensi tersebut karena tentunya Pangkalpinang membutuhkan pemimpin yang mumpuni untuk dapat menjaga potensi sumber daya dan potensi ekonomi yang telah dianugerahi oleh Tuhan tersebut.

Salah satunya adalah tentu tetap mempertahankan kualitas dan kuantitas produk-produk lokal Pangkalpinang yang telah jelas menjadi kebutuhan dunia saat ini. Tentunya, hal ini juga perlu dilakukan dengan tetap mempertahankan potensi tersebut agar jangan sampai dikuasai oleh negeri lain. Niscaya, potensi ekonomi Pangkalpinang tentu dapat mensejahterakan rakyatnya bukan hanya sekedar menjadi piagam kebanggaan semata. [***]



Oleh: Ir. Endang Kusumawaty
Bakal Calon Walikota

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

SBY Lebih Suka Jokowi Dibanding Prabowo

SBY Lebih Suka Jokowi Dibanding Prabowo

JUM'AT, 03 NOVEMBER 2017 , 17:00:00

SABTU, 17 JUNI 2017 , 16:46:00

Dahlan Bersama Pengurus SMSI

Dahlan Bersama Pengurus SMSI

KAMIS, 22 JUNI 2017 , 12:56:00

HUT Bhayangkara Ke-71

HUT Bhayangkara Ke-71

SELASA, 11 JULI 2017 , 11:57:00