Serunya Menyusuri Hutan Mangrove Sungai Kepoh Toboali

Pariwisata  JUM'AT, 08 SEPTEMBER 2017 , 13:54:00 WIB

Serunya Menyusuri Hutan Mangrove Sungai Kepoh Toboali

Ist

RMOL.Satu lagi destinasi pariwisata yang bisa anda kunjungi. Terletak diujung Pulau Bangka, Sungai Desa Kepoh Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menyimpat potensi wisata bahari.
Desa yang terletak di sebelah timur Kota Toboali ini memiliki keindahan alam hutan mangrove yang tumbuh di sepanjang sungai menembus muara laut Kepoh.

Tak hanya itu, sejumlah potensi perikanan, mulai dari udang super, ikan kakap, serta kepiting mangrove pun dimiliki desa yang dapat ditempuh dalam waktu 15 menit saja dari Toboali. Sementara di bagian hulu sungai, menjadi surga bagi para angler memburu udang gala dan ikan toman. Di kawasan hutan pun masih terdapat beragam jenis binatang, seperti rusa dan kancil.

Sungai sepanjang 5 kilometer itu, bisa disusuri menggunakan perahu kecil. Perjalanan awal diawali dengan menikmati hijaunya rerimbunan pohon nipah. Di sungai selebar 15-25 meter ini ditumbuhi beragam jenis pepohonan, mulai dari pohon nyere, gelam, nipah hingga mangrove.

Cuitan suara burung menghiasi perjalanan kita. Begitu juga binatang kera yang berlompatan di pepohonan saat kami melintas. Di sana ada terusan hutan sebelah timur laut Desa Kepoh yang berbatasan langsung dengan Desa Beriga Bangka Tengah. Sementara di sebelah barat laut, hutan mangrove berbatasan dengan Desa Tukak Sadai.

Di sungai desa ini juga terdapat buaya. Hanya saja, predator ganas ini jarang sekali muncul dan hanya pada waktu tertentu saja menampakan dirinya.

Lima belas menit perjalanan berselang, rimbunan pohon nipah berganti dengan pohon nyire, gelam serta mangrove. Tampak buah pohon nyire bergantungan. Begitu juga dengan buah pohon nipah tumbuh subur dan bisa dinikmati.

Eksplore wisata Bangka Selatan kali ini begitu mengasyikan dengan rerimbunan pepohonan hijau yang masih asri belum tersentuh tangan manusia.

Tak jauh dari muara Sungai Kepoh atau sekitar 2-3 mil laut, tampak nelayan-nelayan menjaring udang. Udang berkualitas super ini dijual seharga Rp80 ribu perkilogramnya. Dalam satu kali melaut nelayan Kepoh bisa mendapatkan 4-5 kilogram udang super berukuran hampir sepanjang telapak tangan orang dewasa.

Menurut Kades Kepoh, hutan ini berpotensi sebagai wilayah tambang. Masih ada beberapa tambang rakyat yang nekat menambang di dalam kawasan hutan. Tak jarang limbah air mengalir hingga masuk ke Sungai Kepoh dan membuat air sungai menjadi kotor dan keruh.

Disisi lain, kawasan muara sungai merupakan surga bagi para pemancing ikan kakap putih. Para angler biasanya ber-casting-ria untuk menangkap kakap putih yang terkenal dengan tarikan ganasnya.

Sedangkan pada musim Barat Laut, kawasan hutan mangrove ini menjadi tempat bermain para lebah madu manis. Pada masa ini, menjadi pemasukan tambahan bagi masyarakat Desa Kepoh yang memanen madu dengan rata-rata perhari mendapatkan 5 �" 20 liter madu asli. Jika dalam waktu 4 bulan, ditotalnya madu yang berhasil dipanen mencapai 500 liter bahkan lebih.

Kades Kepoh Udayasa mengungkapkan, di lokasi inilah dirinya bermimpi untuk membangun semacam saung-saung kecil untuk wisatawan menikmati indahnya rimbunan pohon mangrove. Selain menyusuri sungai dengan pemandangan hutan yang alami, para wisatawan juga dapat menikmati kuliner laut dari Kepoh, mulai dari ikan, udang serta kepiting laut dan bakau. Ia juga bercita-cita akan membuat transportasi khusus bagi wisatawan yang dikelola Bumdes.

Saya berangan-angan di lokasi ini akan kita bangun semacam saung-saung baik ukuran besar ataupun kecil. Wisatawan setelah menyusuri sungai, istirahat dan singgah di sini, menikmati kuliner Desa Kepoh,” ujarnya.

Wisatawan yang singgah di saung juga menurutnya kelak bisa melanjutkan perjalannya dengan memancing di laut ataupun di muara dengan fishing ground yang telah disediakan.

Desa Kepoh ini letaknya di ujung, tidak akan ada yang mengunjungi jika tidak dikemas. Potensi wisata sungai mangrove ini saya pikir sangat layak dikembangkan, dan ini nantinya bertahap kita sosialisasikan kepada masyarakat. Karena banyak pemasukan yang akan kita dapatkan dengan banyaknya wisatawan berkunjung ke sini. Saat ini pun setiap minggu para pemancing dari Pangkalpinang pasti ke Sungai Kepoh memancing toman, banyak yang akan diberdayakan jika mimpi ini terwujud,” imbuhnya.

Udayasa berharap Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dapat menindaklanjuti potensi ini untuk menjadikannya sebagai salah satu kawasan wisata mangrove di Bangka Selatan.

"Harapan kita, Pemkab Basel, begitu juga dengan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dapat turun ke sini, melihat langsung potensi-potensi bahari dan Sungai Kepoh ini. Sungai Kepoh dengan potensi hutan mangrove serta perikananya ini, saya pikir dapat menjadi satu kawasan wisata terbaik di Bangka Selatan dan Bangka Belitung,” pungkasnya seperti dikutif dari portal.bangkaselatankab.go.id.[ahd]


Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

SBY Lebih Suka Jokowi Dibanding Prabowo

SBY Lebih Suka Jokowi Dibanding Prabowo

JUM'AT, 03 NOVEMBER 2017 , 17:00:00

SABTU, 17 JUNI 2017 , 16:46:00

KAMIS, 15 JUNI 2017 , 20:19:00

Dahlan Bersama Pengurus SMSI

Dahlan Bersama Pengurus SMSI

KAMIS, 22 JUNI 2017 , 12:56:00