Warna Minyak Goreng Kadaluarsa Terlihat Keruh

Hukum  SABTU, 12 AGUSTUS 2017 , 12:12:00 WIB

Warna Minyak Goreng Kadaluarsa Terlihat Keruh

RMOLBabel

RMOL. Kapolda Bangka Belitung (Babel) Brigjen Pol Anton Wahono mengharapkan masyarakat, khususnya kaum ibu rumah tangga dapat teliti membeli minyak goreng untuk keperluan dapur.
Hal tersebut disampaikan Kapolda setelah pihaknya berhasil membongkar perdagangan minyak goreng oplosan kadaluarsa di gudang PT  PT Nusantara Jaya Sejahtera Makmur pada Senin (7/8/2017).

Minyak oplosan ini sudah berubah warna. Terlihat sudah keruh, cenderung untuk membeku. Minyak goreng ini juga salah satunya menyebabkan kanker. Cara kerja mereka, minyak ini digunting, disaring, jadilah kemasan, seolah-olah baru," kata Anton pada Konferensi Pers, Jumat (11/8).

Anton Wahono menyebutkan, penjualan minyak goreng opolosan ini, telah dijual ke para pedagang pecel lele, gorengan dan sejenisnya. Saat ini pihaknya telah mengamankan dan menyita sebanyak 22.193,44 liter atau 22.193,44 ton minyak goreng yang terdiri dari minyak goreng kemasan merk Hemart dan Fitri dalam gudang yang beralamat di Selindung, Pangkalpinang.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPOM Pangkalpinang Dra Rossy Hertati menjelaskan, secara peraturan, barang yang kadaluarsa sudah tidak boleh lagi diperdagangkan. Dan seharusnya barang-barang ini ditarik oleh pabriknya, kemudian dimusnahkan.

BPOM sendiri, kami ada pengawasan rutin ke sarana distribusi untuk melakukan pemilahan. Kalau barang-barang itu ditemukan kadaluarsa, maka dilakukan pemusnahan,” ujar Rossy.

Usai melakukan Konferensi Pers, Gubernur bersama Kapolda, didampingi Kepala BPOM Pangkalpinang, Kepala Dinas Pangan Provinsi Babel, Dirreskrim Polda Babel, langsung meninjau produk minyak goreng beserta peralatan kerja untuk pengoplosan yang disegel Polda Babel.

Gubernur juga menyampaikan terima kasih atas kerja keras tim satgas pangan, khususnya kepada Kapolda Babel yang betul-betul fokus terhadap kejahatan-kejahatan yang banyak merugikan masyarakat selama ini belum terpantau secara baik.

Hari ini tersangka HS (45) selaku GM PT Nusantara Jaya Sejahtera Makmur sudah ditangkap. Ini saya minta Disperindag, sama perlakuannya untuk sementara kita cabut izin gudangnya, dan tidak melakukan kegiatan sebelum proses hukum berlaku terhadap tersangka," kata Gubernur. [ana]


Komentar Pembaca
Lawatan Rizal Ramli Di Maluku Utara

Lawatan Rizal Ramli Di Maluku Utara

SABTU, 02 DESEMBER 2017 , 17:00:00

Aneh! Rakyat Menjerit, Elektabilitas Melejit

Aneh! Rakyat Menjerit, Elektabilitas Melejit

JUM'AT, 01 DESEMBER 2017 , 15:00:00

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

HUT Bhayangkara Ke-71

HUT Bhayangkara Ke-71

SELASA, 11 JULI 2017 , 11:57:00

Memberi Hormat

Memberi Hormat

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 10:40:00

RABU, 17 AGUSTUS 2016 , 21:42:00