Full Day School Berpotensi Tingkatkan Kekerasan Di Sekolah

Pariwisata  MINGGU, 18 JUNI 2017 , 19:17:00 WIB

Full Day School Berpotensi Tingkatkan Kekerasan Di Sekolah

Net

RMOL. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23/2017 tentang Hari Sekolah yang mengatur delapan jam setiap hari atau full day school berpotensi meningkatkan aksi bullying atau kekerasan yang terjadi di sekolah.
"Dari sisi ranking, berdasar sembilan klaster dalam mekanisme pendataan KPAI, kekerasan anak di sekolah itu menduduki posisi ketiga. Setelah kasus anak berhadapan dengan hukum dan kasus pengasuhan baru di bidang pendidikan," kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Sholeh di Jakarta, Minggu (18/6).

Untuk itu, KPAI  mengusulkan adanya Undang-Undang Perlindungan Anak, serta peningkatan hukuman bagi pelaku tindak kekerasan pada 2014 lalu. Menurut Asrorun, hal tersebut cukup efektif menurunkan angka tindak kekerasan. Namun, di satu sisi malah semakin meningkatkan tindakan penindasan.

"Artinya, problem utama di satuan pendidikan yang terkait dengan pembangunan karakter adalah kepedulian guru dan rendahnya lingkungan satuan pendidik yang ramah untuk anak," jelasnya.

Dia menambahkan, sistem pendidikan anak di sekolah seharusnya memposisikan anak sebagai subjek. Di mana semua hal harus bermuara untuk kepentingan anak. Karena itu, KPAI meminta agar kebijakan full day school dikaji ulang. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan mengajukan uji materil tentang aturan tersebut.

"Seluruh instrumen itu harusnya tersedia untuk kepentingan kompabilitas dan peningkatan harkat dan martabat anak sesuai dengan potensinya," tegas Asrorun. [wah]

Komentar Pembaca
Said Aqil Cocok Gantikan Menteri Agama

Said Aqil Cocok Gantikan Menteri Agama

SABTU, 24 JUNI 2017 , 13:00:00

Pesan SBY Untuk AHY

Pesan SBY Untuk AHY

SABTU, 24 JUNI 2017 , 10:00:00

Resmi Tersangka, Hary Tanoe Akan Diperiksa

Resmi Tersangka, Hary Tanoe Akan Diperiksa

JUM'AT, 23 JUNI 2017 , 17:00:00

Dahlan Bersama Pengurus SMSI

Dahlan Bersama Pengurus SMSI

KAMIS, 22 JUNI 2017 , 12:56:00