Peh Cun Bisa Jadi Wisata Budaya Andalan Babel

Pariwisata  SELASA, 30 MEI 2017 , 14:10:00 WIB

Peh Cun Bisa Jadi Wisata Budaya Andalan Babel

Mendirikan Telur di Festival Perayaan Peh Cun 2568/RMOLBabel

RMOL. Festival Perayaan Peh Cun 2568 di de Locomotief Pantai Tongaci Sungailiat ditandai dengan mendirikan telur tepat pukul 12.00 wib berlangsung meriah dan penuh. Ritual Peh Cun yang merupakan salah satu budaya yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diharapkan bisa menjadi wisata budaya andalan.
"Ritual Peh Cun ini merupakan salah satu budaya yang bisa menjadi wisata untuk dipromosikan sehingga menjadi andalan Babel," ungkap Kwartanto, ketua pelaksana Festival Perayaan Peh Cun 2568, Selasa (30/5) di Pantai Tongaci Sungailiat Kabupaten Bangka.

Diuraikan Kwartanto, perayaan Peh Cun tahun 2017 ini agak sedikit berbeda dan adanya inovasi untuk mendukung ritual Peh Cun ini. "Tahun ini kita buat agak berbeda, selain yang pasti ada kegiatan mendirikan telur tepat jam 12. 00 wib. Selain itu juga ada prosesi acara persembahan, mandi air berkah Ng Si Sui, menikmati ribuan kue cang, mendiirkan telur, parade perahu berlayar, dan mandi air lima sumu yang berada di lokasi de Locomotifr," katanya di sela-sela kegiatan.

Dikatakan Kwartanto lagi, penggarapan banyak kegiatan yang berhubungan dengan ritual Peh Cun ini, diharapkan menjadi event budaya dan mendukung pariwisata Babel dan Bangka khususnya. Diakui Kwartanto, ritual Peh Cun ini sejak dari zaman dulu sudah, dan selalu dirayakan dengan ditandai berdirinya telur tegak lurus. "Hari dan tanggalnya sudah ditentukan dan sudah pakem, jadi tidak bisa diubah-ubah," jelasnya.

Selain itu juga Kwartanto mengungkapkan, tujuan diselenggarakan Peh Cun ini untuk menggali wisata budaya yang sangat menarik dalam dunia kepariwisataan.
"Bicara budaya tidak akan bosan-bosannya, sangat klasik dan bisa menarik orang untuk datang, terkadang kita butuh something (sesuatu-red) yang pols untuk ditampilkan," katanya.

Perayaan Peh Cun menurut Kwartanto ada dua kejadian, yakni yang pertama terjadinya titik grativitasi terendah, dan kedua untuk memperingati salah satu tokoh dinasti zaman dulu yang seorang perdana menteri yang bertugas untuk menganggu beberapa kerajaan dan hal tersebut fitnah dan akhirnya untuk membuktikan jika tidak bersalah, dirinya menceburkan diri ke laut.

"Banyak nelayan mencarinya, tapi tidak ketemu, dan perahu berlayar itu melambangkan sejarahnya, dan persembahan tadi itu, persembahan untuk keberkahan," cerita Kwartanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, Asep Setiawan mengatakan, kegiatan ritual Peh Cun ini merupakan salah satu kegiatan yang bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke Bangka. "Yang penting kemasannya lebih menarik, dan di Pantai Tongaci ini kita lihat sudah mulai ada variasi dan hal ini bisa kita jual untuk mempromosikan dan mendukung pariwisata di Bangka," harapnya. [ana]



Komentar Pembaca