Haji Eng, Ahli Inovasi Pertanian Babel, Dapat Pengetahuan Dari Al Quran

Ragam  SELASA, 30 MEI 2017 , 12:01:00 WIB

Haji Eng, Ahli Inovasi Pertanian Babel, Dapat Pengetahuan Dari Al Quran

Haji Eng/RMOLBabel

RMOL. Nama Haji Eng pastinya sudah tidak asing lagi di dunia pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), terutama di kalangan pegiat dan pemerhati pertanian. Telah banyak inovasi dalam dunia pertanian yang ia ciptakan dari mulai inovasi pembibitan lada sampai pohon pisang yang bisa menghasilkan lebih dari satu tandan buah dalam satu batangnya.
Ditemui RMOLBabel.com, Selasa (30/5), Haji Eng saat itu sedang berada di kebun miliknya. Mungkin sebagian orang melihat kebunnya seperti kebun biasa, beda dengan Haji Eng, kebun tersebut seperti labortarium eksperimen dimana sebuah tempat pembibitan serta inovasi beragam jenis tumbuhan.

Kebetulan pada waktu itu, Haji Eng tengah melakukan  pencangkokan tanaman rambutan dengan cara yang lebih mudah dan tingkat keberhasilannya lebih tinggi dari pencangkokkan biasa. Dengan ramah ia menyapa dengan senyum khas warga Desa Jada Bahrain, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Mengenakan kemeja batik, Haji Eng memperlihatkan hasil pencangkokkan tersebut. Katanya, akan dibawa ke kabupaten Bangka Selatan (Basel).

Dia juga dengan semangat menjelaskan beberapa jenis tanaman perkebunan hasil inovasinya. "Ini tanaman karet yang memiliki banyak sekali getahnya," ujarnya sambil menunjukkan batang pohon karet yang ia torehkan dengan sebuah pisau. Benar disaksikan pohon karet tersebut mengeluarkan getah lumayan banyak padahal saat ini tengah musim bercukur atau saat ketika pohon karet dalam keadaan sedikit mengeluarkan getah.

Selain itu, menurut laki-laki yang saat ini bertugas di Dinas Pertanian Basel ini, ada lagi beberapa varietas yang ia tanam seperti nanas yang menghasilkan buah sampai 8 Kg per butirnya. "Saat ini saya juga tengah mengembangkan tanaman nanas yang mampu menghasilkan sampai 8 kg per butirnya. Saya juga bekerja sama dengan UBB dalam mengembangkan pembibitan tersebut," kata Haji Eng.

Selain beberapa varietas tersebut dia menunjukkan beberapa varietas persilangan seperti antara pohon cempedak yang disilang dengan pohon nangka. "Kalau yang ini sudah pernah kami buktikan, hasilnya buahnya akan sangat besar sekali, jika buah nangka maka baunya seperti cempedak dan sebaliknya," tambah laki-laki kelahiran Jada Bahrain 1962 itu.

Saat ini Haji Eng dipercaya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Basel untuk membantu program-program pertanian di kabupaten tersebut. "Saya juga dalam waktu dekat akan mulai tinggal di sana, karena tenaga saya tengah dibutuhkan disana," katanya, seraya mengharapkan dengan adanya inovasi tersebut akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pertanian di Babel.

Berkat kemampuan dan kegigihannya, berdasarkan informasi Haji Eng beberapa kali diundang dalam kegiatan di luar Babel, baik ke Provinsi Riau, Aceh, Kalimantan dan sebagainya. Beberapa kali juga Haji Eng masuk siaran televisi nasional karena prestasinya. "Dari mana ilmunya? semua itu dari memahami Al Quran. Rekayasa tumbuhan ada disitu. Jadi ya tinggal saya praktek dan coba secara otodidak," imbuhnya menutup pembicaraan. [Mg3]



Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09