Turis Selandia Baru Akan Dirayu Lewat Festival

Pariwisata  JUM'AT, 01 APRIL 2016 , 14:04:00 WIB

Turis Selandia Baru Akan Dirayu Lewat Festival

RMOL. Kementerian Pariwisata akan "menggoyang" pasar Selandia Baru dan Australia. Bebas Visa Kunjungan (BVK) yang sudah berlaku di dua negara potensial itu tidak mau disia-siakan berlalu tanpa menjaring turis yang signifikan.

"Mulai 2 April 2016, Kemenpar promosi pariwisata di Auckland New Zealand," kata Menpar Arief Yahya di Jakarta, Jumat (1/4).

Kemenpar menonjolkan Wonderful Indonesia, yaitu destinasi unggulan wisata bahari, panorama laut, pantai, surfing, budaya yang penuh dengan seni tradisional, kesenian nyentrik, serta berbagai cerita masyarakatnya yang ramah tamah.

"Dan yang asyik, mereka tidak perlu mengurus visa, sudah bisa masuk berwisata ke Indonesia," tukas Menpar.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar, Vinsensius Jemadu, mengungkapkan, festival itu akan digelar di Gedung Raye Freedman Art Centre, corner of Gillies Avenue and Silver Road, Epsom, Auckland, Selandia Baru. Wonderful Indonesia akan tampil all out, menebarkan pesonanya. Konsep kegiatan Indonesia Movie Safari, Indonesian Festival, workshop, dan pertunjukan kesenian. Layaknya api yang disiram minyak, kemilau pesona brand Wonderful Indonesia yang sudah mendunia akan dibuat makin menyala terang. Terus eksis merayu wisman Selandia Baru agar sudi berkunjung ke tempat-tempat indah di Indonesia.

"Promosi menjadi bagian yang amat vital di pariwisata. Siapa tak kenal, maka tak sayang. Orang tak mungkin berkunjung ke destinasi wisata kita, jika mereka tidak pernah mendengarnya," terang Vinsen.

Karenanya, promosi gencar pun akan dilakukan di Selandia Baru. Negeri Kiwi itu dianggap cukup seksi. Negaranya terbilang maju. Tingkat kesejahteraan masyarakatnya pun tinggi. Sekedar gambaran, Selandia Baru termasuk dalam negara maju dengan tingkat pertumbuhan ekonomi menyaingi Eropa Selatan dalam beberapa hal. Indeks Pembangunan Manusia Selandia Baru ada di urutan tiga besar dunia. Ekonomi pasarnya modern dengan taksiran produk domestik bruto (PDB) berdasarkan keseimbangan kemampuan berbelanja (KKB) per kapita sebesar US$ 28.250.

"Jumlah outbond-nya melebihi jumlah penduduk, tetapi yang ke Indonesia baru sekitar 33.000 orang. Dengan populasi sekitar empat juta orang, jumlah itu masih sangat kecil. Ini yang ingin kita tingkatkan. Kita rayu masyarakatnya lewat Auckland Indonesian Festival 2016," tambah Vinsen.

Untuk merayu masyarakat Selandia Baru, Kemenpar bakal menyiapkan Indonesia Booth yang siap menyajikan beragam infomasi pariwisata Indonesia. Dari Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Danau Toba (Sumatera Utara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Tanjung Kelayang (Kepulauan Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten) hingga Borobudur (Jawa Tengah), semua ada. Informasi seputar Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Morotai (Maluku Utara), serta Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), juga bisa didapatkan di Indonesia Booth.

Belum lagi awareness campaign berupa pemasangan iklan pada beberapa media di Selandia Baru. Salah satunya di 4 bus metrolink Auckland, sarana transportasi public Selandia Baru yang mirip-mirip seperti TransJakarta.

Yang tak kalah dahsyatnya, penampilan seni dan budaya Indonesia. Ada Tari Lenggang Nyai (DKI Jakarta), Tari Legong Keraton (Bali), Tari Balian Dadas (Kaltim) dan Bajidor Kahot (Jawa Barat) yang siap menampilkan atraksi menawan di Selandia Baru.

"Ada juga coffee corner and refreshment yang menyajikan minuman dan makanan ringan khas Indonesia. Dan juga ada tiga buah door prize berupa tiket PP Auckland-Bali yang kami sediakan untuk pengunjung," terang Vinsen.

Mengapa Bali? Jawabannya ternyata simpel. Pola perilaku wisman asal Selandia Baru tak jauh beda dengan Australia. Jaraknya yang dekat dari Selandia Baru membuat Bali ibarat surga untuk 'melarikan diri' dari kesibukan rutinitas. Hanya perlu beberapa jam terbang, mereka langsung bisa menikmati suasana negeri tropis. [rus]



Komentar Pembaca